Panduan Zakat

JENIS DAN PERHITUNGAN ZAKAT

A. ZAKAT FITRAH
Jamaah ahli hadist telah meriwayatkan hadist Rasulullah SAW dari Ibnu Umar:
“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah (di bulan suci Ramadhan) satu sha’ kurma (2,5 Kg) atau gandum kepada setiap orang merdeka, hamba sahaya, lelaki maupun perempuan kecil maupun besar/tua dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan supaya (zakat fitrah itu) ditunaikan sebelum orang-orang untuk melaksanakan shalat (Idul fitri) ”.
Muntaqal Akbar Nail Al-Authar jilid 4 hal 181.

Imam Syafi’i berhujah dengan hadist melalui Muhammad bin Ali Al-Bagir :
“ Bayarlah zakat fitrah dari semua orang yang menjadi tanggung jawabmu ”.
Ketentuan pembayaran zakat fitrah adalah sebagai berikut :
1. Berupa beras sebanyak 2,5 Kg atau 3,5 liter per jiwa
2. Berupa uang yang besarnya sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari –hari.   Misal sebesar Rp 8.000,- x 3.5 liter beras =Rp 28.000,-per jiwa

B. ZAKAT MAL (KEKAYAAN)
1. Zakat Emas dan Perhiasan
Batas minimal emas yang telah diwajib dizakat (nisab) adalah 2 mistaqal (85 gram) dan besar zakat 2,5 % dihitung setelah satu tahun (haul). Sedangkan perhiasan selain emas, maka dikonversikan / dinisabkan nilainya dengan 85 gram emas

2. Zakat Mata Uang
Apabila seseorang mempunyai simpanan dalam bentuk uang yang telah mencapai nilai 85 gram emas (walaupun hanya 18 karat ), maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %. Lihat : Buku Fatwa –fatwa Kontemporer I,Yusuif Qordhowi, GIP, Hal 367
Dan kitab Hukum Zakat, Yusuf Qordhowi, Litera Antar Nusa, Hal 161.

3. Zakat Perdagangan
Hadist Rasullah SAW dari Samrah bin Jundub :
“ Rasulullah SAW telah memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat harta darisegala yang kami maksudkan untuk dijual ”.

Harta perdangangan yang wajib dizakatkan meliputi barang perdagangan, ditambah uang kontan dan piutang yang masih mungkin kembali,.besarnya zakat 2,5 %, dikeluarkan setelah dikurangi hutang, telah tercapai nishab (85 gram emas ) dan telah berusia satu tahun (haul ).
Lihat kitab Hukum Zakat, Yusuf Qordhowi, Litera Antar Nusa, hal 316.
 
4. Zakat Pertanian
Nishab hasil pertanian dan buah-buahan yang wajib dizakatkan adalah senilai dengan lima wasaq atau _+ 653 Kg gabah atau -+520 Kg beras, zakatnya dikeluarkan pada saat panen.besarnya zakat tergantung kepada cara pengairannya.
a. Jika pertanian diairi dengan air hujan /air sungai, maka zakatnya 10%tiap satu nishab. b. Jika pertanian diairi sendiri (ada biaya pengairan ), maka zakatnya 5%tiap satu nishab.
Lihat Kitab Hukum Zakat,Yusuf Qordhowi, Litera Antar Nusa, hal 355.

5. Zakat Hewan ternak : Unta, Sapi/Kerbau, Kambing.
a. Nishabnya dan zakat unta sesuai dengan ijma ulama, ialah:
a.1.  5 sampai 9 ekor unta, zakatnya 1 ekor kambing.
a.2. 10 sampai 14 ekor unta, zakatnya 2 ekor kambing
a.3. 15 sampaai 19 ekor unta, zakatnya 3 ekor kambing
a.4. 20 sampai 24 ekor unmt, zakatnya 4 ekor kambing. Dan seterusnya

b. Nishab dan zakat Sapi / Kerbau sesuai pendapat masyur madzab empat, ialah:
b.1. 30 sampai 39 ekor sapi / kerbau, zakatnya 1 ekor anak sapi jantan / betina usia 1 tahun
b.2. 40 sampai 59 ekor sapi/kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi betina Usia 2 tahun
b.3. 60 sampai 69 ekor sapi /kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan
b.4. 70 sampai 79 ekor sapi /kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi betina usia 2 tahun
ditambah satu ekor anak sapi jantan 1 tahun. Dan seterusnya

C. Nishab dan zakat Kambing / Domba sesuai hadist Riwayat Anas R.A dan ijma ulama, ialah:
c.1. 40 sampai 120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing
c.2. 121 sampai 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing
c.3. 201 sampai 399 ekor, zakanya 3 ekor kambing
c.4. 400 sampai 499 ekor, zakatnya 4 ekor kambing                                                        c.5. 500 sampai 599 ekor, zaaktnya 5 ekor kambing
Demikian setiap 100 ekor zakatnya ditambah seekor kambing.
Lihat Kitab Hukum Zakat,Yusuf Qordhowi, Litera Antar Nusa, hal 167-240.
 
6. Zakat Penghasilan
Yang dimaksud penghasilan dalam hal ini meliputi penghasilan tetap (gaji, upah), komisi dan hadiah.

a.  nishab zakat penghasilan tetap, profesi, gaji, upah dan sejenisnya dihitung seperti
nishab tanaman. Besar zakat 2,5 % langsung dikeluarkan tanpa mensyaratkan haul (setelah setahun)
Contoh :
Tuan B ialah seorang Pegawai Negeri yang bekerja disuatu kantor Departemen Kesehatan dengan gaji per bulan Rp 1.500.000,-.keluarganya biasa konsumsi beras seharga Rp. 4.000,-per Kg. Pada sore hari ia biasa mengajar sebagai dosen disebuah Akademi dengan rata-rata pendapatan per bulan Rp 1.000.000,-
Nishab :520 Kg beras x Rp 4.000,- per Kg =Rp 2.080.000,-
Maka ia termasuk wajib zakat (muzaki)
Zakat yang harus dikeluarkannya sebesar :Rp 2.500.000,-X 2,5 %=Rp 62.500,-

b. Jika berupa komisi
·        Dari komisi perhitungan prosentase keuntungan perusahan kepada pegawai, maka
harus dikeluarkan zakatnya   10%,seperti zakat tanaman dan dikeluarkan tiap kali
memperoleh komisi. Dan dari hasil profesi seperti sebagai makelar atau broker, maka digolongkan sebagai zakat profesi dengan segala ketentuannya.

c. Jika berupa hadiah.
·        Sumber hadiah tidak diduga –duga sebelumnya, zakatnya 20 % seperti barang temuan (rikaz).
“Zakat rikaz adalah seperlimanya (20%)” (HR.Bukhari Muslim).
 ·        Sumber hadiah sudah diduga dan diharapkan, maka hadiah tersebut digabungkan
dengan harta kekayaan yang ada, dikeluarkan zakatnya 2,5%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *